
Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry Raih Juara III pada Kompetisi Nasional Mahasiswa Pendidikan Fisika 2026
Banda Aceh, 12/08/2026 - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Tiga mahasiswa berhasil meraih dua penghargaan Juara III pada Kompetisi Nasional Mahasiswa Pendidikan Fisika Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Prodi Pendidikan Fisika Indonesia.
Capaian tersebut diraih dalam dua kategori. Maghfiratunnisak dengan NIM 240204008 berhasil meraih Juara III kategori Fotografi. Pada kategori Konten Media Sosial, tim yang terdiri atas Izza Azka Azkia (240204015), Lailan Issafhina (240204006), dan Maghfiratunnisak (240204008) juga berhasil menempati posisi Juara III.
Keberhasilan ini menjadi kabar positif bagi sivitas akademika FTK UIN Ar-Raniry sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Fisika memiliki kompetensi yang luas. Selain menguasai konsep fisika dan pedagogi, mahasiswa juga dituntut mengembangkan kreativitas, literasi digital, komunikasi visual, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara menarik.
Dekan FTK UIN Ar-Raniry, Prof. Safrul Muluk, S.Ag., M.A., M.Ed., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswa Pendidikan Fisika. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan pentingnya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Mahasiswa perlu diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan berkompetisi di tingkat nasional. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik UIN Ar-Raniry,” ujarnya.
Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Dr. Eng. Nur Aida, M.Si., turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi nasional menunjukkan bahwa pembinaan mahasiswa perlu dilakukan secara komprehensif, dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan pendukung.
“Mahasiswa Pendidikan Fisika memiliki potensi yang sangat beragam. Prestasi pada kategori fotografi dan konten media sosial membuktikan bahwa kemampuan mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan materi fisika dan pembelajaran, tetapi juga mencakup kreativitas, komunikasi, teknologi, dan kemampuan menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Menurut Nur Aida, keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di luar ruang kelas. Pengalaman tersebut melatih mahasiswa menyusun ide, mengelola waktu, menerima masukan, bekerja secara terarah, dan menyajikan karya dengan standar yang lebih kompetitif.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Pendidikan Fisika, Muhammad Nasir, M.Si., menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi program studi untuk terus mendorong mahasiswa aktif mengikuti berbagai ajang pengembangan kompetensi. Menurutnya, kegiatan kompetitif dapat menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa yang kreatif, percaya diri, adaptif, dan mampu bekerja sama.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa. Prestasi ini menunjukkan bahwa ketika mahasiswa mendapatkan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka mampu menghasilkan karya dan bersaing di tingkat nasional. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi bagian dari budaya prestasi di lingkungan Program Studi Pendidikan Fisika,” ungkapnya.
Maghfiratunnisak mencatat capaian ganda dalam kompetisi tersebut. Selain meraih Juara III kategori Fotografi secara individu, ia juga menjadi bagian dari tim yang meraih Juara III kategori Konten Media Sosial bersama Izza Azka Azkia dan Lailan Issafhina. Capaian ini menunjukkan konsistensi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan kreatif sekaligus berkolaborasi dengan rekan satu tim.
Kompetisi Nasional Mahasiswa Pendidikan Fisika Tahun 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan menghasilkan karya di luar capaian akademik konvensional. Kategori fotografi memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengomunikasikan gagasan melalui kekuatan visual, sedangkan kategori konten media sosial menuntut kemampuan mengemas pesan secara kreatif, komunikatif, dan sesuai karakter media digital.
Bagi Program Studi Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry, prestasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara utuh. Kreativitas, literasi digital, komunikasi, kolaborasi, dan keberanian mengikuti kompetisi merupakan kompetensi penting bagi calon pendidik di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pendidikan.
Ketiga mahasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi, menghasilkan karya, serta mengambil peluang pengembangan diri di tingkat regional maupun nasional. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa pendidikan fisika dapat dikembangkan melalui pendekatan yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Capaian ini sekaligus memperkuat pesan bahwa mahasiswa pendidikan calon guru perlu memiliki kemampuan yang lebih luas dari sekadar penguasaan materi. Kemampuan memanfaatkan media digital, membangun komunikasi publik, menghasilkan karya visual, dan bekerja kolaboratif akan semakin dibutuhkan dalam menghadapi ekosistem pendidikan yang terus berubah. Program studi berharap prestasi ini dapat mendorong lahirnya lebih banyak karya mahasiswa yang inovatif, inspiratif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta dunia pendidikan di masa depan.
Dengan diraihnya dua Juara III pada kompetisi nasional tersebut, Program Studi Pendidikan Fisika FTK UIN Ar-Raniry kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa menjadi calon pendidik yang kompeten, kreatif, berdaya saing, dan adaptif. Prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian personal, tetapi menjadi energi positif untuk memperkuat budaya akademik, budaya berkarya, dan budaya berprestasi di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh
