
Membangun Laboratorium Fisika yang Aman dan Berkualitas, Prodi Pendidikan Fisika FTK UIN Ar-Raniry Gelar Pengabdian di SMAN 1 Peukan Bada
Banda Aceh, 21 Juli 2026 – Komitmen dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan oleh Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di SMAN 1 Peukan Bada, Selasa (21/7/2026). Mengusung tema "Optimalisasi Manajemen Laboratorium Berbasis K3 & Budaya Kerja 5R untuk Mewujudkan Laboratorium Sekolah yang Aman & Efektif", kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan tata kelola laboratorium fisika yang sesuai dengan standar keselamatan kerja dan praktik laboratorium modern.
Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru IPA/Fisika, laboran, tenaga kependidikan, serta tim dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika FTK UIN Ar-Raniry. Melalui pelatihan, pendampingan, dan diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta implementasi Budaya Kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) sebagai fondasi utama dalam menciptakan laboratorium yang aman, tertata, efisien, dan mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan pemaparan materi mengenai prinsip-prinsip manajemen laboratorium sekolah, identifikasi potensi bahaya di laboratorium, pengelolaan bahan dan alat praktikum, prosedur tanggap darurat, hingga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) laboratorium. Tim pengabdian juga mengajak peserta melakukan observasi langsung terhadap kondisi laboratorium untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan berdasarkan indikator K3 dan budaya kerja 5R.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik penyusunan tata letak laboratorium yang lebih aman, penataan inventaris alat dan bahan, serta simulasi penanganan kondisi darurat di laboratorium. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata sehingga setiap peserta dapat menerapkan hasil pelatihan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, Prof. Safrul Muluk, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, laboratorium merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran sains sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara profesional.
"Pengabdian kepada masyarakat seperti ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Laboratorium yang dikelola dengan baik tidak hanya mendukung keberhasilan praktikum, tetapi juga membangun budaya keselamatan yang harus menjadi karakter seluruh warga sekolah. Kami berharap kolaborasi antara FTK UIN Ar-Raniry dan SMAN 1 Peukan Bada terus berkembang melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi dunia pendidikan," ujar Prof. Safrul Muluk.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Fisika FTK UIN Ar-Raniry menjelaskan bahwa tema yang diangkat merupakan respons terhadap pentingnya penguatan sistem pengelolaan laboratorium sekolah yang tidak hanya berorientasi pada kelengkapan fasilitas, tetapi juga pada aspek keamanan, efektivitas, dan keberlanjutan pengelolaan.
"Banyak laboratorium sekolah telah memiliki sarana yang cukup memadai, namun belum seluruhnya menerapkan sistem manajemen laboratorium yang mengacu pada prinsip K3 dan budaya kerja 5R. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi praktik baik agar laboratorium menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mampu mendukung pembelajaran fisika yang lebih bermakna. Kami berharap hasil pendampingan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya," ungkap Ketua Prodi Pendidikan Fisika.
Kepala SMAN 1 Peukan Bada turut menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dan perhatian yang diberikan oleh Prodi Pendidikan Fisika FTK UIN Ar-Raniry melalui program pengabdian tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium.
"Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru mengenai pentingnya manajemen laboratorium yang berbasis keselamatan dan budaya kerja yang disiplin. Pendampingan dari para dosen sangat membantu kami dalam mengevaluasi kondisi laboratorium sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan yang dapat segera diterapkan. Kami berharap kerja sama dengan Prodi Pendidikan Fisika dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan lainnya," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Fisika FTK UIN Ar-Raniry menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan sains. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembelajaran yang inovatif, aman, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
